Glaivewind
Book of the Eight Winds
Angin
Musim gugur itu penguasa baru Kazamaki memasang papan di gerbang kastil: semua senjata panjang diserahkan sebelum salju pertama. Naginata, tombak, dan busur ditumpuk di halaman, lalu dilebur jadi engsel pintu dan paku atap. Delapan orang menolak dan pergi membawa senjatanya. Kedai teh di lereng menyebut mereka Eight Winds, karena tidak ada garda yang sanggup menahan mereka di satu lembah lebih dari tiga hari.
Pemimpin Eight Winds
Kiriko Hanabusa
Separuh garda yang sekarang memburunya dulu belajar memegang naginata dari dia, di halaman yang sama tempat senjata mereka kini dilebur. Ia hafal kebiasaan murid-muridnya, termasuk siapa yang selalu menyerang dari kiri dan siapa yang memejamkan mata ketika bilah datang terlalu dekat.
Rambutnya kelabu dan diikat tinggi supaya tidak menutupi pandangan saat angin berbalik. Haori nilanya sudah pudar sampai mirip warna langit sore; ia bilang itu penyamaran, walau semua orang di rombongan tahu ia hanya malas menjahit yang baru.
Sistem tarung
Wind Line
Di peta tarung selalu ada arah angin, dan arah itu bisa bergeser di antara giliran. Tombak yang menusuk searah tiupan menjangkau satu petak lebih jauh, panah yang melawan tiupan jatuh sebelum sampai, dan pemanah di belakang barisan bisa menembak melewati kepala teman bila angin sedang mendorong dari punggung.
Kanbei membaca tanda angin sebelum giliranmu dimulai, jadi kamu tahu ke mana tiupan berikutnya akan berbelok. Di Glaivewind, tempat berdiri sering lebih menentukan daripada angka serangan, dan rombongan yang salah posisi akan menghabiskan pertarungan dengan melawan angin.
Bilah
Delapan orang berjalan bersama, empat yang turun ke tarung. Susunan itu boleh kamu tukar kapan saja di luar pertarungan: di kemah, di jalan setapak, bahkan di antrean kedai teh. Semuanya membawa senjata panjang yang mestinya sudah jadi engsel pintu, dan alasan mereka menolak tidak ada yang sama.
Catatan rombongan
Disusun menurut urutan mereka bergabung, karena Kanbei menolak urutan lain dan dia yang memegang kuas.

Kiriko Hanabusa
Menolak menyerahkan naginatanya kepada murid-muridnya sendiri di gerbang kastil, lalu pergi sebelum ada yang berani menagih untuk kedua kalinya.

Sōma Tachibana
Murid garda yang ditugasi menyita naginata Kiriko. Ia malah ikut keluar gerbang bersama busurnya dan sampai sekarang belum menjelaskan alasannya.

Oyone Kumagai
Pandai besi yang menolak melebur tombak warga jadi paku. Tungkunya ia ikat di punggung kuda, jadi rombongan ini selalu punya bilah yang tajam dan sup yang hangat.

Genta Yoshimura
Bekas pegulat jalanan Kazaori yang kalah satu kali dari Kiriko di depan kedai teh, lalu memutuskan bahwa mengikuti orang yang mengalahkannya lebih menarik daripada pulang.

Haru Mizoguchi
Penunggang kuda pembawa surat yang hafal setiap jalan setapak di provinsi ini. Surat larangan senjata yang pertama dibawa oleh dia sendiri, dan dia masih menyesalinya.

Tatsunosuke Ōba
Bangsawan kecil yang kabur dari pesta perayaan larangan itu dengan haori pesta yang masih basah oleh sake dan tombak hiasan milik ayahnya.

Chiyo Sakuragi
Penari pedang dua bilah dari rombongan tari yang dibubarkan garda. Tariannya kini dipakai untuk urusan yang lebih berguna, dan penontonnya jarang bertepuk tangan.

Kanbei Nonomura
Lelaki tua penjaga peta angin yang tahu dari mana tiupan berikutnya datang. Ia memberi tahu rombongan tepat sebelum tiupan itu tiba, kadang sesudahnya.
Geser ke samping untuk membaca catatan anggota berikutnya.
Serangan gabungan
Gust Art
Gust Art adalah serangan gabungan dua atau tiga anggota yang memakai angin sebagai senjata ketiga. Ada 21 di dalam game, dan beberapa baru terbuka setelah anggotanya berhenti bertengkar. Pilih dua atau tiga wajah untuk melihat siapa bisa bekerja sama dengan siapa.

Belum ada pilihan
Pilih dua atau tiga anggota
Kalau mereka punya Gust Art bersama, namanya, arah angin yang dibutuhkan, dan cuplikannya muncul di sini.
Lembah
Tujuh lembah, dan angin bergerak dengan caranya sendiri di masing-masing lembah. Rombongan berpindah mengikuti kabar, persediaan, dan kadang hanya karena Genta lapar dan mencium bau ubi bakar dari lembah sebelah.

Kayabuse
Dusun beratap ilalang yang tenggelam di rumput setinggi pinggang; garda kastil sering tersesat di sini, dan warga tidak pernah merasa wajib menolong mereka.

Ochibazawa
Sungai dangkal yang dipenuhi daun merah, tempat jejak kaki hilang dalam satu tiupan dan langkah orang tertutup oleh suara air.

Tsurugaya
Teras panahan tua dengan sasaran jerami yang masih berdiri, tempat Sōma dulu berlatih sebelum ia memilih sisi yang lain.

Uzuhara
Cekungan bundar tempat angin berputar tanpa henti, sehingga Wind Line berganti arah lebih cepat daripada di lembah lain mana pun.

Nishikidani
Ngarai merah dan kuning dengan jalan papan di tebing, terlalu sempit untuk mengayun tombak dan cukup lebar untuk jatuh.

Kazaori
Kota kastil kayu di lereng, tempat papan larangan itu dipasang, dengan pohon kesemek di halaman rumah dan garda di setiap tikungan jalan.

Hiebara
Dataran tinggi di bawah salju pertama, batas waktu yang ditulis penguasa baru di papannya, dengan satu pondok singgah sebelum jalan menutup.
Kayabuse, lembah 1 dari 7
Perjalanan
Sekitar 55 jam dari lembah pertama sampai salju turun di Hiebara. Perjalanan ini tidak punya peta yang selesai, sebab Kanbei menggambarnya sambil berjalan, dan sesekali ia menggambar jalan yang belum dibuka orang.
Yang ikut kamu bawa
- Rombongan delapan orang dengan empat yang aktif di tarung, ditukar bebas di luar pertarungan tanpa ada yang tertinggal di belakang.
- Pertarungan giliran dengan Wind Line, sehingga arah angin ikut menentukan siapa yang sampai lebih dulu dan siapa yang meleset.
- Ada 21 Gust Art dari pasangan dan trio, sebagian baru terbuka setelah mereka cukup lama berjalan bersama dan berhenti saling menyindir.
- Tujuh lembah yang bisa kamu jelajahi bebas, masing-masing dengan arah angin, kedai teh, dan pos garda yang berbeda.







